Sabtu, 16 April 2016

Gelap

Bagaimana rasanya berada dalam gelap? Sesak, panik, dan buntu. Sesuatu yang akan kita rasakan ketika tiba-tiba mati lampu disaat sedang melakukan sesuatu. Lalu bagaimana jika tidak bisa melihat apa-apa sepanjang hidup? Bisakah bertahan?

Sedikit sekali kita merenungkan betapa nikmat penglihatan yang kita miliki adalah sesuatu yang tak ternilai harganya. Ketika melihat secara langsung orang yang tidak bisa melihat, masih bisa menjalani kehidupannya dengan baik, rutinitas kesehariannya, beribadah seperti yang lainnya. Mereka tidak mengeluh, dan menjalani hidup seperti seharusnya. Meski berada dalam kegelapan, mereka tetap bersyukur telah diberi kehidupan. Adakah yang lebih berharga dari kehidupan itu sendiri?

Kita yang diberi penglihatan justru sering dibutakan oleh kelebihan kita sendiri. Keinginan-keinginan, yang terkadang terlalu berlebihan. Lihatlah mereka, keinginan mereka sederhana saja. Menjalani hidup sebaik-baiknya.

Betapa malunya diri ini. Betapa kurangnya diri ini bersyukur. Betapa seringnya diri ini mengeluh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar