Selasa, 08 Januari 2013

Semesta Sebelum Dunia



Kau tak bisa memilih terlahir dari rahim yang mana, dari keluarga yang mana. Kau hanya mengikuti kemana hidup membawamu pergi.

Saat kau tiba, kalian berdua tak lagi menjadi manusia yang sama. Dialah Ibumu, ibunda darah dagingmu, dan kaulah kecintaannya yang paling ia tunggu.

Andai saat itu kau bisa melihat Ibumu. Saat ia tersenyum lebar sambil mencandaimu dalam gumam yang menggemaskan. Bertaruhlah denganku, kau tak mungkin sekalipun berniat melukai perasaannya! Jangankan menyakitinya, berniatpun kau tak!

Ketika kau memutuskan untuk pergi, meninggalkan Ibumu dalam waktu yang cukup lama, untuk meneruskan hidupmu sendiri, jangankan menghubunginya atau memberi kabar, mengingatnya pun kau tak! Padahal ia selalu menunggumu dengan debar rindu di muka pintu, "Sedang apa kau disana, anakku sayang?" bisiknya lirih.

Dialah Ibumu, ibunda kehidupanmu. Lalu mengapa setelah dewasa dan merasa bisa mengurusi kehidupanmu sendiri kau melupakan semuanya? Melupakan segala kebaikan hati dan pengorbanannya? Dan kau berani memarahinya, membuatnya menangis dan bersedih, mengecewakan hatinya dan melukainya? Gerangan virus jahat macam apa yang merasuki pikiranmu, membutakan hatimu?

Bila kau sudah lama tak menemuinya. Pulanglah. Duduklah di hadapannya. Dekatkanlah lututmu dengan lututnya. Lalu tataplah matanya dalam-dalam. Rasakanlah kesyahduan kasih sayangnya. Rasakanlah hingga merasuk ke dalam hatimu, jauh lebih dalam, jauh lebih dalam. Sebelum dia pergi untuk selama-lamanya.

Ibuku, tentang sikapku, tentang salahku, tentang sifatku, dan segala hal dalam hidupku yang bersinggungan denganmu, terima kasih dan maaf. Kaulah kecintaanku, perempuan yang akan kusayangi sampai aku mati.

***

Jangan membiasakan diri jadi orang yang menunda-nunda pekerjaan. Sebab, sesuatu yang kau tunda akan mengumpulkan kekuatan untuk memburumu tanpa ampun.

Dalam melakukan perjalanan, tentukan dulu kemana arah tujuanmu. Lalu ketika kau mengambil langkah pertama, lakukan terus sampai langkahmu selesai tanpa menyerah.

Memang tidak setiap orang benar-benar tahu kemana mereka pergi. Tapi, jangan jadi bagian dari 'setiap orang', jadilah dirimu sendiri. Tentukanlah kemana kau akan pergi.

Menempuh perjalanan untuk mencapai tujuan tertentu yang benar-benar ingin segera kau capai tak pernah terasa menyenangkan. Ia akan benar-benar terasa lama dan membosankan. Tapi itulah tantangannya.

Ketika kau pergi ke suatu tempat yang belum pernah kau tuju, menempuh perjalanan pertama untuk mencapainya selalu lebih lama dibanding ketika kau kembali ke tempat semula. Karena ketika kau memutar balik arahmu, semua terasa lebih cepat.

Jangan berfokus pada dari mana kau berangkat, berfokuslah pada tujuan kemana kau akan pergi. Orang-orang selalu berpikir dari mana mereka berasal, tanpa pernah berpikir kemana mereka akan pergi.

Memberi adalah mendapatkan lebih. Saat kau memiliki satu cahaya lilin dan membaginya dengan lilin yang lain. Kau jadi punya dua cahaya lilin yang lebih terang dari sekedar satu cahaya lilin saja sebelumnya.

Semakin banyak yang kau temui, semakin banyak hal baru yang kau dapatkan. Seperti semakin banyak yang kau lihat, semakin banyak yang kau ketahui.

Kau tak perlu mengerti dulu untuk bisa merasakan sesuatu. Kau hanya perlu merasakan dan mengalaminya. Kadang untuk beberapa hal, kita memang tak perlu mengerti terlebih dahulu.

Banyak orang mengira cita-citanya dihambat, tapi sebenarnya tak ada yang bisa menghambat cita-cita kita kecuali diri kita sendiri. Mereka yang merasa cita-citanya terhambat karena orang lain sebenarnya sedang secara aktif turut serta menghambat diri mereka sendiri.

Mendengar adalah bukan tentang menangkap suara-suara dengan telingamu, lebih dari itu, mendengar adalah menangkap sesuatu-di-balik-suara-sesuatu yang kadang-kadang tak bisa benar-benar ditangkap bahkan oleh mereka yang mampu mendengar suara-suara secara sempurna.

Cinta pada mulanya selalu tentang mendengarkan; ibu yang mendengarkan anaknya, anak yang mendengarkan orang tuanya, pasangan yang saling mendengarkan. Mencintai adalah tentang mendengarkan.

Keindahan bukanlah yang kau dengar atau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan. Jauh sampai ke dalam hati.

Tak semua jalan terlihat akan membawamu pada jalan yang benar. Kadang jalan yang benar adalah jalan yang tak terlihat oleh matamu. Jangan biarkan matamu memutuskan kemana kau akan pergi, biarkanlah hatimu yang memutuskan kemana kau ingin pergi. Penampakan adalah kilasan dari yang tidak jelas.

Kebaikan selalu mengalahkan keburukan-keburukan. Sebesar apapun itu. Meskipun nanti akan muncul keburukan yang lebih besar lagi, akan ada kebaikan yang jauh lebih besar yang akan mengalahkannya. Dan terus begitu.

***




Ini adalah kumpulan kutipan di novel Rahim, karya Fahd Djibran. Sudah lama sekali ingin posting, baru kali ini kesampaian. Enjoy it! :)




Gambar diambil dari sini

2 komentar:

  1. terima kasih sudah memposting ini, sangat bermanfaat mba :)

    BalasHapus
  2. Sama-sama. Terima kasih juga telah berkunjung. :)

    BalasHapus