Minggu, 28 Oktober 2012

Oktober


     

     Pernah lihat rumput yang tumbuh subur di musim penghujan tidak? Mereka tumbuh serentak, hijau dan rimbun. Tunasnya mulai tumbuh setelah sepekan turun hujan, kuncup-kuncup bunga juga ikut bermekaran menghiasi tepi-tepi pagar halaman. Indah sekali.

    Musim penghujan di bulan Oktober kali ini begitu istimewa. Ini musim penghujan pertama berada di rumah setelah berkelana selama 10 tahun terakhir. Tahun depan belum tentu bisa menikmatinya lagi. Hidup selalu membawa kita ke tempat-tempat yang tak terduga, bertemu dengan orang-orang baru, dan terasing. Tapi hidup harus tetap berlanjut. Itu sunnatullah.

    Dan selalu menyenangkan ketika melewati jalan setapak penuh rumput dan semak belukar di kedua sisi jalan. Mendengarkan kicauan burung yang riang melompati tiap ranting pohon. Mendapat kejutan dengan kehadiran binatang-binatang kecil melata yang menampakkan diri ketika lewat. Malam-malam dingin disertai hujan deras. Dan selalu menyenangkan bisa menghabiskan waktu di rumah ketika hujan turun.





Gambar diambil dari sini

Minggu, 21 Oktober 2012

Sayap Kecil



Seekor burung kecil mulai membersihkan kedua sisi sayap tipisnya dengan paruh kecil nan mungil, kemudian mengepakkannya dengan perlahan. Berharap sayapnya mampu membawanya mengarungi angkasa, menuju suatu tempat yang jauh, tempat yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Perlahan tapi pasti ia mulai mencoba terbang. Dan.. Bruuk!! Tubuh kecil itu jatuh berguling-guling diatas daun-daun kering pepohonan tepat di bawah sarangnya yang nyaman. Dan sekali lagi, hanya bertahan 1 meter ia terjatuh lagi. Kemudian ia terdiam dan menatap sedih kedua sisi sayapnya. Ia harus terbang, tempat itu seperti memanggilnya dari kejauhan. Ia tak menyerah dan mencoba berkali-kali, tetap saja tak berhasil. Ini hanya masalah waktu, bahwa sayap itu akan cukup kuat untuk membawanya terbang jauh, sejauh yang ia inginkan suatu saat nanti. Semoga.

***

Tulisan ini ku temukan terselip di salah satu buku catatan kuliah, yang kutulis kira-kira dua tahun yang lalu.




Gambar diambil dari sini

Sabtu, 06 Oktober 2012

Persiapan adalah separuh kemenangan



Seorang mahasiswa tingkat akhir menemui dosen pembimbing akademiknya. Dengan wajah kusut dan mata sayu, efek begadang semalam menyelesaikan perbaikan skripsi, ia berjalan gontai ke ruang dosen. Dan penjelasan itu pun mengalir dengan lancar. Mulai dari betapa susahnya mencari referensi skripsi, beratnya judul dan masalah yang diteliti, sulitnya mencari dosen untuk bimbingan, sampai gagal sidang skripsi di akhir semester dan diundur wisuda hingga tahun depan. Seperti bermain kejar-kejaran dengan waktu, merasa gagal dan ingin menyerah.

            Kemudian dosennya mengajukan sebuah pertanyaan, "Sudahkah kau memiliki rencana 10 tahun ke depan?" Tentu. Dengan mantap mahasiswa itu menjabarkan satu persatu secara rinci. Dosennya tersenyum, "Lalu kenapa kau menyerah justru di saat kau telah memiliki tujuan yang jelas dalam hidupmu?" Mahasiswa itu tertegun. "Jika kau telah memiliki satu komitmen, satu tujuan, di babak pertama kau mungkin saja gagal, tapi bukan berarti gagal untuk melangkah selanjutnya. Ingat, orang yang tidak pernah melakukan kesalahan biasanya tidak pernah menghasilkan apa-apa." Kemudian dosen itu menepuk pundak mahasiswanya, "Nak, lebih baik kalah dalam pertempuran  memperjuangkan mimpimu, daripada harus dikalahkan tanpa kau tahu apa yang sedang kau perjuangkan."

Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan meski ia berada di jalan yang mulus sekalipun. (Thomas Carlyle)

        Semakin jelas tujuan, semakin aktif kerja Reticular Activating System di dalam pikiran, yang berfungsi sebagai magnet yang akan menarik semua informasi dan peluang yang akan membantu dalam mencapai tujuan lebih cepat. Supaya Reticular Activating System dalam pikiran bekerja optimal, kita perlu memvisualisasikan daftar tujuan yang tersusun dalam kalimat-kalimat tertulis. Lihat di 10 Langkah Jitu (The Ten-Step Goal Plan). Tujuan yang jelas dan tertulis berfungsi sebagai wiper yang akan membersihkan kaca depan dan kaca belakang kendaraan, sehingga kita tetap dapat memandang jalan yang dilalui dengan jelas, meski dalam keadaan hujan lebat sekalipun. Tujuan yang tertulis juga berfungsi sebagai obat bius, yang diperlukan sebelum menjalani operasi, yang akan membantu meredam rasa sakit ketika harus berhadapan dengan kendala dalam mencapai cita-cita. Kita harus tahu bahwa keinginan manusia selalu lebih kuat daripada kesulitan yang dihadapinya. Segala sesuatu itu diciptakan dua kali. Pertama, adalah ciptaan mental dan yang kedua adalah ciptaan fisik. Seorang arsitek tidak akan pernah bisa membangun sebuah gedung yang megah tanpa sebelumnya merancang bangunan tersebut dalam imajinasinya untuk kemudian dituangkan ke atas kertas. 

Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan, karena pengetahuan hanya terbatas pada apa yang dapat kita ketahui dan pahami saat ini, akan tetapi imajinasi mencakup seluruh dunia, dan semua yang akan kita ketahui dan pahami di masa depan. (Albert Einstein).

          Tiga alasan mengapa kita perlu menuliskan tujuan yang jelas untuk masa depan dan membuat rencana untuk mencapainya. Pertama, setiap tujuan memerlukan waktu berbeda sebelum terwujud menjadi kenyataan. Kedua, segera setelah kita mencapai satu tujuan, maka kekuatan dan kepentingan tujuan tersebut tidak ada lagi, sesuai dengan QS. Al-Insyiraah {94} ayat 7-8:

“Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah (urusan lain) dengan sungguh-sungguh, dan hanya kepada Tuhan-mu lah hendaknya engkau berharap.”

            Ketiga, kelimpahruahan merupakan hukum alam. Karunia Allah berlimpah ruah tersedia bagi siapapun yang mau dan berusaha meraihnya sesuai dengan sunnatullah. Jika benar kita dapat memperoleh apapun asal mau bekerja keras-cerdas-ikhlas untuk mewujudkannya, mengapa harus membatasi diri dengan memiliki sedikit keinginan?

Disaat kita menginginkan sesuatu, maka semesta akan berkonspirasi untuk membantu mewujudkannya. (Paulo Coelho)

               Kenapa kita perlu membuat rencana minimal 10 tahun ke depan? Karena kebanyakan orang terlalu menilai tinggi apa yang bisa mereka capai dalam waktu satu tahun, namun menilai rendah apa yang bisa mereka capai dalam satu dekade. Dua puluh tahun dari sekarang, kita akan lebih menyesal atas segala hal yang pernah kita inginkan tapi tak pernah kita lakukan. Bukan atas hal yang pernah kita lakukan meski awalnya itu sebuah kesalahan.

Kebanyakan orang tidak mengfungsikan otaknya dengan aktif dan penuh tujuan. Otak ibarat mesin yang tidak memiliki tombol “off”. Jika kita tidak memberinya tugas yang berarti, otak akan berjalan terus menerus tanpa tujuan hingga kita menjadi bosan. Lalu bayangkanlah bagaimana hidup kita tanpa tujuan? Itu seperti sebuah mobil tanpa gas. Kita bisa saja berada di dalamnya selama yang kita inginkan, tapi mobil itu tak akan membawa kita kemana-mana.

Dengan tercapainya semua tujuan tidak serta merta membuat kita bahagia. Tetapi proses perubahan yang terjadi di dalam diri kita pada saat mengatasi semua kesulitan inilah yang justru dapat memberikan kebahagiaan yang sebenarnya. Yakinlah setiap kejadian, setiap orang yang ditemui, setiap hal yang dilakukan memiliki tujuan dan tujuan itu selalu untuk kebaikan kita.

“Barangsiapa yang kalbunya selalu disertai dengan kebaikan, niscaya keburukan tak akan dapat membahayakannya. Barangsiapa yang kalbunya selalu disertai dengan keburukan, niscaya kebaikan tidak akan berguna baginya.” (Al-Hadist)

          
**

Rancanglah masa depanmu sekarang juga, karena disitulah engkau akan menghabiskan sisa hidupmu. Persiapan adalah separuh dari kemenangan, kawan! :)





***


Bahan bacaan: Majalah Noer edisi September 2005, La Tahzan oleh ‘Aidh al-Qarni, Pencerahan Total oleh Pasha Agoes, The Sience of Luck oleh Bong Chandra, dan Moga Bunda Disayang Allah oleh Tere Liye. 


Gambar diambil dari sini