Sabtu, 03 Desember 2011

Medali Emas untuk Ayah




Bill Havens, seorang pendayung hebat yang berskala internasional ketika dalam masa karantina untuk persiapan piala dunia mendayung, ia menerima teleks yang mengatakan istrinya kemungkinan dalam 2-3 hari lagi akan melahirkan. Setelah menerima kabar, Bill memilih dan memutuskan berangkat ke kota asalnya dan berpamitan untuk tidak mengikuti kejuaraan dunia yang telah dipersiapkan untuknya. Ia memutuskan untuk menunggui istrinya yang akan melahirkan ketika itu.

Kemudian pada tahun 1952, Bill Havens mendapatkan telegram dari putranya, Frank, yang baru saja memenangkan medali emas dalam final kano 10.000 meter pada Olimpiade di Helsinki, Finlandia.

Telegram itu berbunyi,

“Ayah, terima kasih karena telah menunggui kelahiran saya. Saya akan pulang membawa medali emas yang seharusnya Ayah menangkan dulu..

Anakmu tersayang, Frank.”

Saya memilih untuk tidak menjadi siapa-siapa, asalkan bisa menjadi seseorang yang berarti bagi anak-anak saya. (Patrick M. Morley)

**

Saya terharu ketika membaca tulisan ini. :’)

Usia 55 tahun merupakan akhir dan perhentian berkarya, namun karya yang diinvestasikan dalam kenangan anak tidak akan berakhir hingga maut memisahkan. Pilihan, tentu ada dalam diri masing-masing, namun Bill Havens dalam cerita di atas telah memilih yang terbaik.



Gambar diambil dari sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar