Jumat, 21 Oktober 2011

Catatan Hati Ibu Untukmu



Pernahkah ibu sampaikan padamu, sayang? Bahwa memilikimu adalah hal terbaik dalam hidup, sepanjang usia ibu. Kau pasti tahu betapa hari-hari ibu berubah sejak kehadiranmu. Sejak menjadi ibu, maka hari-hari ibu tak sama lagi. Selalu punya warna yang berbeda tetapi membawa rasa yang sama: Bahagia.

Tahukah, Nak? Ketika seseorang menjadi ibu, maka dia telah membagi-bagi sebagian jiwanya pada bayi-bayi mungil yang terlahir. Bahagia dan sedihnya banyak tergantung padamu. Sebab jiwa seorang ibu tak pernah utuh lagi sejak seorang bayi kecil hadir dalam hidupnya. Karena ia memberikan setengah nyawa bukan karena terpaksa, melainkan karena tak tahu lagi apa yang bisa diberikan untuk anugerah sebesar itu.

Ibu ingin selalu disisimu, menjagamu Nak! Melalui semua yang kau lalui, dan tidak ingin kehilangan momen apa pun. Meski sekarang kau tlah memasuki duniamu dan memiliki banyak teman. Mungkin di masa depan, akan ada seseorang yang mendekati dan mengatakan cinta padamu.

Tapi semoga perasaanmu terhadap Ayah dan Ibu, tidak akan pernah terkalahkan oleh seseorang yang belum lama hadir di hidupmu. Ibu berharap tidak ada rahasia yang terlalu besar untuk kau ceritakan kepada kami, sayang. Tidak ada ketakutan yang mencegahmu untuk bersikap terbuka terhadap kami. Seperti juga ibu berharap kau selamanya tahu tidak ada cinta yang lebih besar dari cinta yang dimiliki Ayah dan Ibu untukmu.

Maafkan Ibu untuk semua hal yang menurutmu telah melukai. Maafkan ibu jika banyak ketidaksempurnaan dalam upaya ibu menunjukkan cinta kepadamu. Maafkan jika kadang ibu terkesan terlalu perhatian dan terlalu mencerewetimu. Ibu takut, sayang.. takut usia ibu tak cukup panjang untuk menemanimu. Ibu tidak tahu berapa umur yang diberikan-Nya untuk ibu. Tapi ibu berharap semoga itu cukup bagi ibu untuk membimbingmu menjadi muslimah dewasa yang salihah, cerdas, yang peduli dan mencoba berbuat untuk umat.

Anakku…

Ibu ingin kau tabah menghadapi segenap ujian-Nya. Bukankah hidup adalah kelas ujian demi ujian? Jangan pernah lemah sayang. Jangan pernah merasa putus asa. Percayalah Allah dekat dan memiliki kekuatan luar biasa untuk menolongmu, mencarikan jalan keluar bagi kesulitan-kesulitanmu. Menciptakan banyak keajaiban…

Berdoalah senantiasa, juga untuk Ayah dan Ibu. Meski ketika kami sudah tidak lagi disisimu. Semoga Allah memberikan pendamping yang menuntunmu ke Surga-Nya. Juga pejuang-pejuang cilik dari rahimmu untuk meneruskan perjuangan sucimu di jalan-Nya.

Doa terakhir ibu, semoga Allah mengumpulkan kita semua suatu hari nanti di Surga-Nya.

Salam Sayang
Ibu

**

Dikutip dari buku "Catatan Hati Bunda" oleh Asma Nadia
Berhubung saya lebih suka panggilan Ibu, maka sebutan Bunda sengaja diubah menjadi Ibu. Selamat Membaca. :)









Gambar diambil dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar