Minggu, 17 Juli 2011

Indahnya Mencintai Dalam Diam


Kita mungkin akan salut melihat perjuangan seorang pemuda yang mati-matian mengungkapkan perasaan cinta kepada gadis pujaannya. Rela mengorbankan apapun yang dimiliki agar si pujaan hati terenyuh dan simpati. Tapi adakah kita yang kagum pada pemuda yang menyembunyikan perasaan cintanya? Mungkin hanya sedikit dari kita, ini sebuah ironi memang. Dan bahkan sebagian dari kita menilai mereka penakut dan tidak gentleman. Padahal, tahu apa coba kita tentang makna gentleman itu?

Ukhti, cinta yang tak terkatakan itu jauh lebih berharga daripada cinta yang terurai dengan kata-kata. Bahkan Allah memberikan penghargaan yang besar untuk pemuda yang menyembunyikan perasaannya ini, yaitu syahid.

“Barang siapa yang jatuh cinta, lalu tetap menjaga kesucian dirinya, menyembunyikan rasa cintanya, dan bersabar hingga ia mati, maka ia mati sebagai syahid,”
-HR. Al-Hakim, Khatib, Ibnu Asakir, Ad-Dailami

Bersabar disini dipahami bahwa jika seorang pemuda belum mampu untuk menikah, tapi ia bersabar dengan tetap menjaga dan menyembunyikan perasaannya karena takut pada Allah hingga ia mampu. Dan kemudian ketika dalam masa bersabarnya itu ia meninggal dunia, maka ia mati sebagai syahid. Wow, keren kan?

Maka laknat Allah yang besarlah untuk pemuda yang lebih memilih pacaran daripada menikah. Ini menghancurkan garis keturunan yang diikat kuat oleh simpul pernikahan yang suci. Pemuda seperti ini tak lebih sebagai seorang pengecut. Tak mau kan menghabiskan sepanjang hidupmu dengan seorang pemuda pengecut yang tak mampu mengucapkan janji sakral itu di hadapan Allah?

Jadi jangan terpedaya oleh seorang pemuda yang mau menerima kekuranganmu apa adanya. Itu bohong. Karna tak ada seorang pun di dunia ini yang mau menikah dengan seseorang yang serba kekurangan. Semua orang menginginkan pasangan hidup yang sempurna. Tapi tidak adil jika kau menginginkan pasangan hidup yang sempurna, sementara engkau sendiri tak sempurna. Untuk itu engkau harus berusaha dulu untuk menjadi orang yang baik, agar kelak Allah juga akan menyiapkan seseorang yang Insya Allah paling baik untukmu. Dan agar kelak ia pun juga akan bangga memilikimu. Semoga suatu saat nanti akan terlahir generasi-generasi yang cerdas, soleh, dan berkualitas dari rahim seorang wanita yang juga cerdas, soleh dan berkualitas sepertimu.

“Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”
-QS. An-Nur ayat 26

“ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
-QS. Ar-Rum ayat 21

Maka tak perlu tahu dia mencintaimu atau tidak. Berbahagialah jika dia lebih memilih diam, karna kau tahu? Dia telah menjaga kesucianmu dan kehormatannya, sebelum janji sakral itu sanggup ia ucapkan. Simpan saja rasa cintamu itu, simpan untuknya nanti. Tidak untuk diungkapkan sekarang, karna jika semua telah kau luapkan sekarang lalu apa lagi yang akan kau luapkan nanti setelah menikah? Bahwa banyak pasangan yang sudah menikah dan kemudian selalu bertengkar. Karna memang sudah tak ada lagi yang bisa diluapkan. Hii.. Nggak mau kan?

Berbahagialah ukhti, demi suatu masa dimana segala rasa itu akan bersemi dengan indah atas izin-Nya..

“Tak pernah nampak bagi dua orang yang saling mencintai, sebagaimana nampaknya ketika mereka berdua telah menikah.”
-HR. Thabrani


Mari bermuhasabah melalui kutipan catatan hati dari seorang sahabat kita..

Ukhti..

Fitrah kita adalah pemalu
Dan kau indah karena sifat malumu
Lalu masihkah kau tampak menawan
Jika rasa malu itu hilang?
Jadikanlah malu sebagai selendangmu
Dan lingkupi hatimu dalam keimanan dan kesetiaan
Kesetiaan padanya yang telah Allah
Tuliskan namamu dan namanya
Di Lauhul Mahfuzh..
Jauh sebelum langit dan bumi dicipta

Hingga saatnya tiba
Simpan rasamu untuknya
Karna rasa itu begitu mulia untuk ditampakkan
Begitu sakral untuk ditumpahkan
Simpanlah rasa itu ukhti
Simpan untuknya nanti

Ukhti..

Mari merenung sejenak dan berfikir dengan tenang
Percaya takdir bukan?
Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapi
Yakinlah jodohmu tak akan tertukar
Maka mencintailah dalam hening dalam diam..

Tak perlu kau lari
Tak perlu kau hindari
Juga jangan kau sikapi dengan berlebihan
Maka mencintailah dalam diam
Agar jika memang bukan dia yang ditakdirkan untukmu
Kesucianmu tetap terjaga
Keanggunanmu tetap terbias indah

Dan cintailah dalam diam
Dalam hening..
Itu jauh lebih indah
Jauh lebih suci..

***


Gambar diambil dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar